PENGATURAN JARINGAN PERUSAHAAN
Oleh : Falahu Surur
A. Routing & Router
Routing
adalah proses dimana suatu item dapat sampai ke tujuan dari satu lokasi ke
lokasi lain. Beberapa contoh item yang dapat di-routing : mail, telepon call,
dan data. Di dalam jaringan, Router adalah perangkat yang digunakan untuk
melakukan routing trafik. (Anifa, 2013)
B. Komponen Router
1.
RAM
Fungsi
utama RAM pada router adalah menyimpan konfigurasi yang sedang berjalan
(running configuration) dan sistem operasi IOS yang aktif, menyimpan routing
table, menangani cache ARP, menangani fast-swtiching cache, menyediakan memori
sementara utk konfigurasi file, menangani paket buffer, mengelola antrian
paket. Sifat RAM adalah semua data yang disimpan akan hilang ketika kehilangan
sumber daya atau pada saat akan direstart.
2.
NVRAM (Non Volatile RAM)
NVRAM
berguna untuk menyimpan konfigurasi start-up (start-up configuration). Isinya
akan tetap ada walaupun router kehilangan power. Ini mungkin termasuk alamat IP
(Routing protocol, Hostname dari router)
3.
FLASH MEMORY
Flash
berguna untuk menyimpan IOS (Operating System Image). Memory ini bisa menyimpan
berbagai versi software IOS. Merupakan jenis EEPROM (Electronically Erasable
Programmable ROM), jadi walaupun router kehilangan power, isinya tetap ada.
4.
ROM
ROM
berguna untuk menyimpan sistem bootstrap yang berfungsi untuk mengatur proses
dan menjalankan Power On Self Test (POST) dan IOS Image.
5.
INTERFACE
interface
merupakan komponen eksternal dari suatu router. Sebelum menkonfigurasi router,
masing-masing fungsi komponen tersebut harus diketahui terlebih dahulu karena
komponen yang akan dikoneksikan ke router menggunakan interface yang berbeda
tergantung komponennya yang akan dihubungkan (SanTekno, 2012)
C.
Macam
– Macam Routing
Static
Route
Static
routing merupakan rute yang secara manual dimasukan oleh Administrator kedalam
konfigurasi devices untuk mendefinisikan lewat interface mana sebuah paket
dengan suatu tujuan akan dilewatkan. Berikut ini merupakan poin – poin yang
didefenisikan dalam static routing :
-
Network tujuan
-
Subnet Mask
-
Gateway atau interface yang di tunjuk untuk melewati packet tersebut
-
Metric (digunakan untuk membandingkan tingkat kredibilitas suatu path bila
terdapat lebih dari 1 rute untuk suatu destination yang sama)
Static
routing merupakan bentuk yang simple dari routing, tapi diperlukan proses
manual dalam mendefine static routing tersebut ke perangkat jaringan. Static
routing digunakan pada network yang hanya mempunya sedikit perangkat dan sifat
rute nya tetap (sangat jarang untuk berubah) static routing juga tidak dapat
menangani perpindahan rute secara otomati bila rute yang didefinisikan
sebelumnya mengalami kegagalan jaringan (link failure). (Kusmawan,
2014)
Dynamic
Route
Dynamic
routing adalah fungsi dari routing protocol yang berkomunikasi dengan router
yang lain untuk saling meremajakan (update) tabel routing yang ada. Dengan
demikian, administrator tidak perlu melakukan updating jalur (path) jika
terjadi perubahan jalur transmisi (path). Dynamic routing umumnya digunakan
untuk jaringan komputer yang besar dan lebih kompleks.
Dynamic
routing di bagi menjadi 2, yaitu:
1.
Interior Gateway Protokol
2.
Exterior Gateway Protokol
Open
Shortest Path First (OSPF) adalah routing dinamic yang masing router memiliki
tabel daftar ID dari router-reiuter yang terkoneksi. Jalan yang akan di lalui
adalah route yang nilainya terpendek (sesuai dengan namanya). Routing model ini
termasuk smart route karena jika terputus akan mencari jalan lain secara
otomatis.
Interior
Gateway Routing Protocol (IGRP) adalah routing protokol distance vector yang
dibuat oleh Cisco. IGRP mengirimkan update routing setiap interval 90 detik.
Update ini advertise semua jaringan dalam AS.
Routing
Information Protocol (RIP) adalah protokol routing dinamik yang
berbasisdistance vector. RIP menggunakan protokol UDP pada port 520 untuk
mengirimkan informasi routing antar router. RIP menghitung routing terbaik berdasarkan
perhitungan HOP. RIP membutuhkan waktu untuk melakukan converge. RIP
membutuhkan power CPU yang rendah dan memory yang kecil dari pada protocol yang
lainnya (Pradana, 2013)
D.
Konfigurasi
Routing ( Packet Tracer )
SETTING ROUTING
·
Sterling:
·
Sterling (config)#ip route 172.16.3.0
255.255.255.0 172.16.2.2
·
Sterling (config)#ip route 172.16.5.0
255.255.255.0 172.16.2.2
·
Hoboken :
·
Hoboken (config)#ip route 172.16.1.0
255.255.255.0 172.16.2.1
·
Hoboken (config)#ip route 172.16.5.0
255.255.255.0 172.16.4.2
·
Waycross:
·
Waycross (config)#ip route 172.16.1.0
255.255.255.0 172.16.4.1
·
Waycross (config)#ip route 172.16.3.0
255.255.255.0 172.16.4.1
Memberi IP pada masing-masing PC
·
Klik image PC
·
Klik Tab Desktop
·
Pilih IP Configuration
·
Ulangi hingga PC5 (Wordpress, 2012)
Daftar Pustaka
Anifa, D. (2013, 3 5). Pengertian Router.
Retrieved from blognyaunyegg:
https://blognyaunyegg.wordpress.com/2013/03/05/pengertian-routing-fungsi-jenisnya/
Kusmawan, D. (2014, 2 14). TKJ Blogs.
Retrieved from TKJ Blogs:
https://tkjmyworld.blogspot.co.id/2014/02/macam-macam-routing.html
Pradana, H. (2013, 4 14). Pengertian Dynamic Route.
Retrieved from Pengertian Dynamic Route: http://hendipradana96.blogspot.co.id/2013/04/pengertian-dynamic-routing.html
SanTekno. (2012, 10 14). Komponen Route.
Retrieved from Komponen Route:
http://santekno.blogspot.co.id/2012/10/komponen-router-dan-fungsinya.html#popup
Wordpress. (2012, 9 19). Retrieved from https://deenugraha.wordpress.com/about/konfigurasi-routing-statik-dengan-packet-tracer/
About
Me :
Nama : Falahu Surur
Sekolah : SMKI
JobSheet : TKJ
Who
Calls The Dragon ( Davion )
Untuk melihat tulisan saya Klik Disini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar