ANALISIS
ORJINALITAS PROYEK
Oleh
: Falahu Surur
A.
Gagasan
Gagasan
atau ide adalah istilah yang dipakai baik secara populer maupun dalam
bidang filsafat dengan pengertian umum "citra
mental" atau "pengertian". Terutama Plato
adalah eksponen pemikiran seperti ini.
Dalam Kamus
Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ide/gagasan adalah rancangan
yang tersusun di pikiran. Artinya sama dengan cita-cita. Gagasan
dalam kajian Filsafat
Yunani maupun Filsafat
Islam menyangkut suatu gambaran imajinal utuh yang melintas cepat.
Misalnya: gagasan tentang sendok, muncul dalam bentuk sendok yang utuh
di pikiran. Selama gagasan belum dituangkan menjadi suatu konsep dengan tulisan
maupun gambar yang nyata, maka gagasan masih berada di dalam pikiran. (Wordpress,
Gagasan)
B. Pembentukan Tim Efektif
Efektifitas
tim kerja didasarkan pada dua hasil, hasil produktif dan kepuasan
pribadi. Kepuasan berkenaan dengan kemampuan tim untuk memenuhi kebutuhan
pribadi para anggotanya dan kemudian mempertahankan keanggotaan serta komitmen
mereka. Hasil produktif berkenaan dengan kualitas dan kuantitas hasil kerja
seperti yang didefinisikan oleh tujuan – tujuan tim. Faktor – faktor yang
mempengaruhi efektifitas tim yaitu konteks organisasional, struktur, strategi,
lingkungan budaya, dan system penghargaan. Karakter tim yang penting adalah
jenis, struktur, dan komposisi tim. Karakteristik – karakteristik tim ini
mempengaruhi proses internal tim, yang kemudian mempengaruhi hasil dan
kepuasan. Para pemimpin harus memahami dan mengatur tingkat – tingkat
perkembangan, kekompakan, norma – norma, dan konflik supaya dapat membangun tim
yang efektif (habibahsmart, 2013)
Nilai dan Norma – Kelompok mengembangkan pola hubungan sosialnya sendiri,
termasuk kode dan praktek (norma) yang patut ditunjukkan lewat perilaku
kelompok tersebut. Norma yang ada dalam kelompok yang bersifat informal
misalnya:
- Tidak menghasilkan output yang terlalu besar dibandingkan para anggota lain atau melebihi batasan produksi yang ditetapkan kelompok;
- Tidak menghasilkan produksi atau output yang lebih rendah ketimbang yang diberlakukan kelompok;
- Tidak mengatakan sesuatu pada supervisor atau manajemen yang bisa membahayakan anggota kelompok lainnya; dan
- Orang dengan otoritas atas anggota kelompok lain, semisal inspektur, seharusnya tidak mengambil keuntungan dari senioritasnya tersebut atau menjaga jarak sosial dengan kelompok. (setabasri, 2011)
C. Investigasi
Kelompok
Investigasi Kelompok
adalah strategi belajar kooperatif yang menempatkan siswa ke dalam kelompok
untuk melakukan investigasi terhadap suatu topik. Abdussakir mengemukakan
Investigasi Kelompok dikembangkan oleh Shlomo & Yael Sharon di Universitas
Tel Aviv. (Matsna, 2011)
Adapun deskripsi
mengenai langkah-langkah metode investigasi kelompok dapat dikemukakan sebagai
berikut:
a. Seleksi topik
Parasiswa memilih berbagai subtopik dalam suatu wilayah masalah umum yang biasanya digambarkan lebih dahulu oleh guru. Para siswa selanjutnya diorganisasikan menjadi kelompok-kelompok yang berorientasi pada tugas (task oriented groups) yang beranggotakan 2 hingga 6 orang. Komposisi kelompok heterogen baik dalam jenis kelamin, etnik maupun kemampuan akademik.
Parasiswa memilih berbagai subtopik dalam suatu wilayah masalah umum yang biasanya digambarkan lebih dahulu oleh guru. Para siswa selanjutnya diorganisasikan menjadi kelompok-kelompok yang berorientasi pada tugas (task oriented groups) yang beranggotakan 2 hingga 6 orang. Komposisi kelompok heterogen baik dalam jenis kelamin, etnik maupun kemampuan akademik.
b. Merencanakan
kerjasama
Parasiswa beserta guru merencanakan berbagai prosedur belajar khusus, tugas dan tujuan umum yang konsisten dengan berbagai topik dan subtopik yang telah dipilih dari langkah a) di atas.
Parasiswa beserta guru merencanakan berbagai prosedur belajar khusus, tugas dan tujuan umum yang konsisten dengan berbagai topik dan subtopik yang telah dipilih dari langkah a) di atas.
c. Implementasi
Parasiswa melaksanakan rencana yang telah dirumuskan pada langkah b). Pembelajaran harus melibatkan berbagai aktivitas dan ketrampilan dengan variasi yang luas dan mendorong para siswa untuk menggunakan berbagai sumber baik yang terdapat di dalam maupun di luar sekolah. Guru secara terus-menerus mengikuti kemajuan tiap kelompok dan memberikan bantuan jika adiperlukan.
Parasiswa melaksanakan rencana yang telah dirumuskan pada langkah b). Pembelajaran harus melibatkan berbagai aktivitas dan ketrampilan dengan variasi yang luas dan mendorong para siswa untuk menggunakan berbagai sumber baik yang terdapat di dalam maupun di luar sekolah. Guru secara terus-menerus mengikuti kemajuan tiap kelompok dan memberikan bantuan jika adiperlukan.
d. Analisis dan
sintesis
Parasiswa menganalisis dan mensintesis berbagai informasi yang diperoleh pada langkah c) dan merencanakan agar dapat diringkaskan dalam suatu penyajian yang menarik di depan kelas. (Indonesiaku, 2014)
Parasiswa menganalisis dan mensintesis berbagai informasi yang diperoleh pada langkah c) dan merencanakan agar dapat diringkaskan dalam suatu penyajian yang menarik di depan kelas. (Indonesiaku, 2014)
Daftar Pusaka
habibahsmart. (2013). MEMAHAMI TIM KERJA.
Magelang: habibah Wordpress.
Indonesiaku. (2014, 9 12). METODE INVESTIGASI
KELOMPOK. Retrieved 8 11, 2016, from METODE INVESTIGASI KELOMPOK:
http://indonesiakujayasekali.blogspot.co.id/2012/12/metode-investigasi-kelompok-group.html
Matsna. (2011, 8 9). INVESTIGASI KELOMPOK.
Retrieved 8 11, 2016, from INVESTIGASI KELOMPOK: http://matsna-neeza.blogspot.co.id/2011/05/investigasi-kelompok-group.html
setabasri. (2011, 1 8). Kelompok Dan Tim.
Retrieved 8 11, 2016, from Seta Basri Menulis Terus:
http://setabasri01.blogspot.co.id/2011/01/kelompok-dan-tim-dalam-organisasi.html
Wordpress. (Gagasan). Gagasan. Palu:
Wordpress.
About
Me:
Nama :Falahu Surur
Sekolah :Smk Islam 1 Blitar
JobSheet :TKJ
Knowledge is Power ( Carl Invoker )
Berikut adalah tulisan saya Klik Disini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar