PEMECAHAN
MASALAH TRANSPORTASI LAN
Oleh : Falahu
Surur
A.
Protokol
UDP
UDP, singkatan dari
User Datagram Protocol, adalah salah satu protokol lapisan transpor
TCP/IP yang mendukung komunikasi yang tidak
andal (unreliable), tanpa koneksi (connectionless) antara
host-host dalam jaringan yang menggunakan TCP/IP. Protokol ini didefinisikan dalam RFC
768 (Wikipedia, 2010)
UDP memiliki
karakteristik-karakteristik berikut:
- Connectionless (tanpa koneksi): Pesan-pesan UDP akan dikirimkan tanpa harus dilakukan proses negosiasi koneksi antara dua host yang hendak bertukar informasi.
- Unreliable (tidak andal): Pesan-pesan UDP akan dikirimkan sebagai datagram tanpa adanya nomor urut atau pesan acknowledgment. Protokol lapisan aplikasi yang berjalan di atas UDP harus melakukan pemulihan terhadap pesan-pesan yang hilang selama transmisi. Umumnya, protokol lapisan aplikasi yang berjalan di atas UDP mengimplementasikan layanan keandalan mereka masing-masing, atau mengirim pesan secara periodik atau dengan menggunakan waktu yang telah didefinisikan.
- UDP menyediakan mekanisme untuk mengirim pesan-pesan ke sebuah protokol lapisan aplikasi atau proses tertentu di dalam sebuah host dalam jaringan yang menggunakan TCP/IP. Header UDP berisi field Source Process Identification dan Destination Process Identification.
- UDP menyediakan penghitungan checksum berukuran 16-bit terhadap keseluruhan pesan UDP. (Wikipedia, 2010)
B.
Protokol
TCP
Transmission Control Protocol (TCP) adalah suatu protokol yang berada di lapisan transport (baik itu dalam tujuh lapis model
referensi OSI atau model DARPA)
yang berorientasi sambungan (connection-oriented) dan dapat diandalkan (reliable).
TCP dispesifikasikan dalam RFC 793 (Wikipedia, Transmission Control
Protocol, 2010)
C.
Header
TCP
Ukuran dari header TCP adalah
bervariasi, yang terdiri atas beberapa field yang ditunjukkan dalam gambar dan
tabel berikut. Ukuran TCP header paling kecil (ketika tidak ada tambahan opsi
TCP) adalah 20 byte.Format header TCP, dilengkapi dengan ukuran setiap field-nya
|
Nama field
|
Ukuran
|
Keterangan
|
|
Source Port
|
2 byte (16 bit)
|
Mengindikasikan sumber protokol
lapisan aplikasi yang mengirimkan segmen TCP yang bersangkutan. Gabungan
antara field
Source IP Address dalam header IP dan field Source Port dalam field header TCP disebut juga sebagai socket sumber, yang berarti sebuah alamat global dari mana segmen dikirimkan. Lihat juga Port TCP. |
|
Destination Port
|
2 byte (16 bit)
|
Mengindikasikan tujuan protokol
lapisan aplikasi yang menerima segmen TCP yang bersangkutan. Gabungan antara
field Destination IP Address dalam header IP dan field Destination Port dalam
field header TCP disebut juga sebagai socket tujuan, yang
berarti sebuah alamat global ke mana segmen akan dikirimkan.
|
|
Sequence Number
|
4 byte (32 bit)
|
Mengindikasikan nomor urut dari
oktet pertama dari data di dalam sebuah segmen TCP yang hendak dikirimkan.
Field ini harus selalu diset, meskipun tidak ada data (payload) dalam segmen.
Ketika memulai sebuah sesi koneksi TCP, segmen dengan flag SYN (Synchronization) diset ke nilai 1, field ini akan berisi nilai Initial Sequence Number (ISN). Hal ini berarti, oktet pertama dalam aliran byte (byte stream) dalam koneksi adalah ISN+1. |
|
Acknowledgment Number
|
4 byte (32 bit)
|
Mengindikasikan nomor urut dari
oktet selanjutnya dalam aliran byte yang diharapkan oleh untuk diterima oleh
pengirim dari si penerima pada pengiriman selanjutnya. Acknowledgment number
sangat dipentingkan bagi segmen-segmen TCP dengan flag ACK diset ke nilai 1.
|
|
Data Offset
|
4 bit
|
Mengindikasikan di mana data dalam
segmen TCP dimulai. Field ini juga dapat berarti ukuran dari header TCP.
Seperti halnya field Header Length dalam header IP, field ini
merupakan angka dari word 32-bit dalam header TCP. Untuk sebuah segmen TCP
terkecil (di mana tidak ada opsi TCP tambahan), field ini diatur ke nilai
0x5, yang berarti data dalam segmen TCP dimulai dari oktet ke 20 dilihat dari
permulaan segmen TCP. Jika field Data Offset diset ke nilai maksimumnya (24=16)
yakni 15, header TCP dengan ukuran terbesar dapat memiliki panjang hingga 60
byte.
|
|
Reserved
|
6 bit
|
Direservasikan untuk digunakan
pada masa depan. Pengirim segmen TCP akan mengeset bit-bit ini ke dalam nilai
0.
|
|
Flags
|
6 bit
|
Mengindikasikan flag-flag TCP yang
memang ada enam jumlahnya, yang terdiri atas: URG (Urgent), ACK
(Acknowledgment), PSH (Push), RST (Reset), SYN (Synchronize), dan FIN
(Finish).
|
|
Window
|
2 byte (16 bit)
|
Mengindikasikan jumlah byte yang
tersedia yang dimiliki oleh buffer host penerima segmen yang bersangkutan.
Buffer ini disebut sebagai Receive Buffer, digunakan untuk menyimpan byte
stream yang datang. Dengan mengimbuhkan ukuran window ke setiap segmen,
penerima segmen TCP memberitahukan kepada pengirim segmen berapa banyak data
yang dapat dikirimkan dan disangga dengan sukses. Hal ini dilakukan agar si
pengirim segmen tidak mengirimkan data lebih banyak dibandingkan ukuran
Receive Buffer. Jika tidak ada tempat lagi di dalam Receive buffer, nilai
dari field ini adalah 0. Dengan nilai 0, maka si pengirim tidak akan dapat
mengirimkan segmen lagi ke penerima hingga nilai field ini berubah (bukan 0).
Tujuan hal ini adalah untuk mengatur lalu lintas data atau flow control.
|
|
Checksum
|
2 byte (16 bit)
|
Mampu melakukan pengecekan
integritas segmen TCP (header-nya dan payload-nya). Nilai field
Checksum akan diatur ke nilai 0 selama proses kalkulasi checksum.
|
|
Urgent Pointer
|
2 byte (16 bit)
|
Menandakan lokasi data yang
dianggap "urgent" dalam segmen.
|
|
Options
|
4 byte (32 bit)
|
Berfungsi sebagai penampung
beberapa opsi tambahan TCP. Setiap opsi TCP akan memakan ruangan 32 bit,
sehingga ukuran header TCP dapat diindikasikan dengan menggunakan field Data
offset.
|
(imazhaim, 2010)
D. Lapisan Transport
Lapisan transpor atau transport layer adalah lapisan keempat dari model referensi jaringan OSI. Lapisan
transpor bertanggung jawab untuk menyediakan layanan-layanan yang dapat
diandalkan kepada protokol-protokol
yang terletak di atasnya. Layanan yang dimaksud antara lain:
- Mengatur alur (flow control) untuk menjamin bahwa perangkat yang mentransmisikan data tidak mengirimkan lebih banyak data daripada yang dapat ditangani oleh perangkat yang menerimanya.
- Mengurutkan paket (packet sequencing), yang dilakukan untuk mengubah data yang hendak dikirimkan menjadi segmen-segmen data (proses ini disebut dengan proses segmentasi/segmentation), dan tentunya memiliki fitur untuk menyusunnya kembali.
- Penanganan kesalahan dan fitur acknowledgment untuk menjamin bahwa data telah dikirimkan dengan benar dan akan dikirimkan lagi ketika memang data tidak sampai ke tujuan.
- Multiplexing, yang dapat digunakan untuk menggabungkan data dari bebeberapa sumber untuk mengirimkannya melalui satu jalur data saja.
- Pembentukan sirkuit virtual, yang dilakukan dalam rangka membuat sesi koneksi antara dua node yang hendak berkomunikasi.
Contoh dari protokol yang bekerja
pada lapisan transport adalah Transmission
Control Protocol (TCP) dan User Datagram
Protocol (UDP) yang tersedia dari kumpulan protokol TCP/IP. semoga membantu (Wikipedia, Lapisan transpor, 2009)
Para
developer membutuhkan layer yang lain diatas Internet Layer yang bisa
menyediakan fitur-fitur yang dibutuhkan yang tidak terdapat pada Internet
Layer. Secara spesifik, para developer TCP/IP menginginkan transport layer
untuk menyediakan hal-hal berikut :
•
Sebuah interface untuk network applications : dengan kata lain, menyediakan
cara agar aplikasi bisa mengakses network. Desainer ingin bisa mengarahkan data
tidak hanya pada komputer tujuan saja, tapi juga pada aplikasi spesifik pada
komputer tujuan.
•
Mekanisme multiplexing/demultiplexing. Multiplexing, dalam hal ini, berarti
menerima data dari aplikasi-aplikasi dan mesin yang berbeda dan mengarahkan
data-data tersebut pada satu aplikasi tertentu yang berjalan pada komputer tujuan.
Dengan kata lain, transport layer harus mampu mendukung beberapa aplikasi
network secara simultan dan mengatur alur data kepada Internet Layer. Pada
komputer penerima, transport layer harus mampumenerima data dari Internet Layer
dan mengarahkan data-data tersebut pada beberapa aplikasi yang berbeda. Fitur
yang dikenal sebagai demultiplexing ini, memungkinkan sebuah komputer untuk
men-support jalannya beberapa aplikasi network secara simultan, seperti web
browser, email client, dan file-sharing. Aspek lain dari
multiplexing/demultiplexing adalah satu aplikasi tunggal dapat me-maintain
koneksi-koneksi dengan lebih dari satu komputer lain secara simultan. (dwifebrianto,
2014)
Daftar Pustaka
dwifebrianto. (2014, 3 3). Selamat Datang Selamat
Membaca . Retrieved 8 10, 2016, from Selamat Datang Selamat Membaca :
http://dwifebriantoadmojo.blogspot.co.id/2014/03/pengertian-transport-layer.html
imazhaim. (2010, 5 10). Pengertian TCP Dan UDP.
Retrieved 8 10, 2016, from Pengertian TCP Dan UDP:
http://imazhaim.blogspot.co.id/2010/05/pengertian-tcp-dan-udp.html
Wikipedia. (2009, 8 8). Lapisan transpor.
Retrieved 8 10, 2016, from Lapisan transpor:
https://id.wikipedia.org/wiki/Lapisan_transpor
Wikipedia. (2010, 9 8). Transmission Control
Protocol. Retrieved 8 10, 2016, from Transmission Control Protocol:
https://id.wikipedia.org/wiki/Transmission_Control_Protocol
Wikipedia. (2010, 04 4). User Datagram Protocol.
Retrieved 8 10, 2016, from User Datagram Protocol:
https://id.wikipedia.org/wiki/User_Datagram_Protocol

About Me:
Nama :Falahu Surur
Sekolah :SMK Islam 1 Blitar
JobSheet :TKJ
Slam in !! ( EarthShaker )
Berikut tulisan saya Klik Disini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar